WOW Ternyata Ada Sekitar 100 Jenis Sambal di Indonesia, Begini Sejarahnya

24

Meski sering membuat orang berkeringat bahkan ‘tersiksa’, namun keberadaan sambal dalam setiap hidangan susah untuk dihindari.

Banyak orang merasa belum afdol menyantap sebuah hidangan bila tak ada sambal.

Di Indonesia, sambal adalah salah satu hidangan yang cukup populer.


Bisa kita lihat dari banyaknya jenis sambal yang ada dari setiap daerah.

Bagi mereka pencinta pedas, kurang lengkap rasanya makan tanpa sambal.

Namun, tahukah Anda bagaimana sejarah sambal di Indonesia? Yuk, kita cari tahu!

Cabai Sudah Masuk ke Indonesia Sejak Abad ke-10

Kuliner yang berbahan cabai ini ternyata memiliki sejarah yang panjang di Indonesia.

Dalam buku Tropical Herbs and Spices of Indonesia karya Wendy Hutton, dikatakan bahwa orang Portugis lah yang membawa dan memperkenalkan biji cabai ke Indonesia di abad ke-16 sampai awal abad ke-17.

Namun, ada data lain yang menunjukkan bahwa cabai sebenarnya sudah dikenal di Indonesia jauh sebelum itu.

Seorang arkeolog bernama Titi Surti Nastiti dalam bukunya Pasar di Jawa Masa Mataram Kuna Abad VII-XIV mengatakan bahwa teks Ramayana abad ke-10 telah menyebut cabai sebagai salah satu contoh jenis makanan pangan.

Dulu di masa Jawa Kuno, cabai juga menjadi komoditas perdagangan yang langsung dijual.

Itu sebabnya sejak dulu cabai menjadi bahan masakan yang populer di Indonesia.

Ada Sekitar 100 Jenis Sambal di Indonesia

Berdasarkan buku Suryatini N Ganie (2009), bisa kita ketahui bahwa kurang lebih ada 100 ragam makanan yang dibuat dari sambal, lo.

Wah, banyak sekali, ya, teman-teman! Ini membuktikan betapa sambal tidak bisa dilepaskan dari kuliner nusantara kita.

Bahkan dulu di zaman kolonial Belanda, asisten rumah tangga yang paling pandai membuat sambal akan mendapatkan gaji yang paling mahal.

Sambal Dipopulerkan Lewat Buku Resep Masakan

Kepopuleran sambal di masa kini tidak lepas dari jasanya Catenius van der Meijden, salah satu ahli kuliner yang cukup berpengaruh di masa kolonial.

Catenius yang seorang nyonya menir Belanda saat itu, dibantu dengan pembantunya, bertugas untuk menyiapkan hidangan istimewa bagi seluruh keluarga.

Ia sangat ahli memasak sambal dan ada banyak jenis sambal yang dikuasainya.

Catenius pun mengumpulkan semua resep masakannya menjadi sebuah buku yang berisi tentang resep makanan.

Buku ini terbit tahun 1942, setelah sebelumnya ia berhasil menuliskan buku yang berjudul ‘Makanlah Nasi’ di tahun 1922.

Resep sambalnya yang terkenal adalah sambal eoloek (sambal ulek) dan sambal telur.

Selain itu, ada juga sambal buatan Catenius dengan nama yang unik, seperti sambal serdadoe, sambal banjak, sambal brandal, dan lainnya.

Sampai saat ini, sambal masih diminati banyak orang dan ragamnya pun sudah semakin banyak.

Sumber: tribunnews.com


Rekomendasi Lainnya :