Ternyata Jahe Dapat Menyembuhkan Penyakit Berbahaya, Kanker Prostat Hingga Kanker Usus

16

Sifat obat yang terkandung dalam jahe sudah dikenal selama bertahun-tahun, karena jahe dapat menyembuhkan berbagai penyakit. Selain itu, telah banyak riset ilmiah yang menegaskan efek menguntungkan dari jahe.

Tidak hanya itu, manfaat jahe semakin populer sejak diketahui memiliki efek antikanker yang kuat. Jahe mengandung beberapa senyawa aktif, seperti gingerol, paradols serta shagaols, sebagai sifat antikanker yang efektif.

Hal ini dibuktikan dari hasil studi ilmiah yang terbitkan oleh Jurnal Kimia serta Teknologi pangan yang menegaskan bahwa tumbuhan akar ini begitu menguntungkan dalam penghancuran sel kanker untuk mengobati kanker kolorektal, dan kanker postat.

Selanjutnya, para pakar juga mengklaim, kalau jahe bahkan lebih efisien dari kemoterapi. Lalu, bagaimana cara jahe dapat menghancurkan type kanker-kanker itu? Serta bagaimana cara memanfaatkan jahe untuk memerangi kanker? Berikut penjelasannya untuk Anda.

1. Jahe menghancurkan sel kanker

Menurut satu studi ilmiah yang diterbitkan dalam majalah Complementary and Alternative Medicine, senyawa dalam jahe dapat menghambat pertumbuhan sel-sel kanker. Senyawa ini memiliki dampak anti-angiogenik yang kuat. Hasil studi juga temukan kalau jahe begitu efektif dalam mencegah dan mengobati kanker.

Dalam kasus ini, sel kanker *v4r!um tidak dapat menjadi resisten pada efek dari senyawa dalam jahe, tidak seperti kemoterapi. Karena jahe tidak beracun, tidak menyebabkan efek samping serta tidak dapat memicu resistensi obat, sehingga lebih efektif dari terapi kemoterapi konvensional.

2. Jahe menghacurkan sel kanker prostat

Studi ilmiah yang dilakukan di Amerika Serikat, yang diterbitkan dalam Journal of Nutrition (edisi Inggris) menunjukkan kalau ekstrak jahe bisa menghalangi pertumbuhan sel-sel kanker prostat. Menurut beberapa ilmuwan, ekstrak jahe dapat mengurangi perkembangan kanker prostat pada kian lebih 1/2 penderitanya.

Oleh karena itu, konsumsi 100 gr jahe fresh sehari-hari, akan memberikannya efek yang sama pada pria serta wanita dengan berat tubuh sekitar 70 kg. Diluar itu, hasil riset juga menunjukkan, jahe tidak mempengaruhi sel-sel sehat.

3. Jahe serta kanker kolorektal

Potensi jahe dalam pencegahan serta pengobatan kanker kolorektal dipublikasikan untuk pertama kalinya pada 12 tahun yang lalu, di satu konferensi yang didedikasikan untuk Cancer Prevention Research.

Para ahli menyatakan, ada cukup bukti kalau akar tumbuhan ini dapat melindungi orang-orang dari kanker type ini. Sejak saat itu, banyak penelitian yang dilakukan, serta semuanya memberi bukti kalau jahe berpotensi dalam menghancurkan sel kanker.

Beberapa peneliti menyatakan, jahe juga dapat menghilangkan sel-sel kanker kolorektal yang baru berkembang. Oleh karena itu, penderita kanker kolorektal bisa menggunakan jahe sebagai tambahan pengobatan mereka.

Kandungan sehat dalam jahe tidak butuh diragukan lagi. Jadi, jangan ragu untuk memasukkan jahe kedalam menu harian Anda. Dosis optimal untuk memakai jahe yaitu 4 gram setiap hari untuk orang dewasa.

Tetapi, untuk ibu hamil, Anda hanya diperbolehkan mengonsumsinya maksimal 1 gr /hari. Berikan jahe ke dalam makanan Anda, untuk hidup yang lebih sehat dan terhindar dari bahaya kanker.

loading...