Tak Ditilang, Polri Tegaskan Hanya Menegur Pengendara Merokok dan Dengar Musik

43

Polri sepakat dengan larangan mengenai merokok dan mendengarkan musik saat mengemudi.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Mohammad Iqbal mengatakan, dua hal tersebut bisa mengganggu konsentrasi pengemudi, sehingga ada baiknya untuk tidak dilakukan.


“Saya sepakat bahwa merokok sama dengerin musik itu sebaiknya enggak dilakukan saat berkendara, karena berkendara itu membutuhkan konsentrasi penuh, karena dia responsible riding-lah. Dia bertanggungjawab pada dia sendiri dan kendaraan lain,” ujar Iqbal di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (2/3/2018).

Mendengarkan musik, kata dia, bisa menyebabkan pengemudi tak mendengar klakson kendaraan lain. Merokok juga bisa mengotori jalan apabila puntungnya dibuang di jalanan.

Wacana peraturan ini bukanlah untuk mendiskriminasi para perokok. Menurut Iqbal, Polri hanya ingin masyarakat tak mengalami hal yang tak diinginkan ketika berkendara.

“Begini, Polri itu pengayom dan pelindung masyarakat, cuma belum ada UU yang mengatakan itu pelarangan kan? Tapi guna melakukan pelindung masyarakat, kami berhak mengimbau dong. Okelah privasi, kami mempunyai kewajiban moral untuk mengingatkan siapa pun dan kapan pun,” tutur Iqbal.

Ke depan, Iqbal mengatakan apabila ada pihaknya yang menemukan pengendara melakukan dua hal tersebut, maka akan diberikan teguran atau imbauan.

“(Penindakan) kita imbau aja. Saya pernah ngalamin itu waktu jadi Kapolres Surabaya, ada mobil putih anak mahasiswa mendengar musik, terus dia ngelamun tiba-tiba dia nabrak tiga orang. Apalagi di mobil, itu sangat membahayakan, baik kita penumpang dan orang lain,” paparnya. (Vincentius Jyestha)

Sumber: wartakota.tribunnews.com


Rekomendasi Lainnya :