Posisi Jari di Tuas Rem Itu Salah, Jangan Sampai Gagal Paham Ya!

23

Masih banyak nih orang yang salah mengartikan fungsi rem pada kendaraan bermotor.

Rem sebenarnya bukan berfungsi untuk menghentikan kendaraan tetapi untuk mengurangi kecepatan kendaraan.


Kesalahpahaman tersebut membuat para pengguna motor menjadi waswas dan membuat mereka siap sedia untuk menarik rem depan.

Jadi enggak heran deh jika banyak biker yang menaruh jari telunjuk dan jari tengah di tuas rem depan.

Padahal, hal tersebut sangat berbahaya bagi keselamatan pengendara motor.

Tangan kanan berpotensi menarik tuas rem secara tidak sadar.

Jika pengendara sepeda motor sampai menarik tuas rem secara mendadak, tentu bisa berakibat fatal.

Pengendara bisa saja terpeleset bahkan terjatuh dari motornya.

Hal tersebut dikarenakan rem depan yang berada di setang sebelah kanan biasanya bekerja lebih kuat dari rem belakang.

Menggunakan rem depan secara mendadak juga berpotensi untuk menarik gas secara bersamaan.

Akan lebih baik jika tangan hanya fokus untuk memegang setang.

Hal tersebut sangat bermanfaat untuk menjaga keseimbangan motor saat berkendara.

Langkah yang tepat untuk mengurangi kecepatan adalah dengan mengendurkan gas.

Setelah itu, mengerem dilakukan sedikit demi sedikit secara perlahan dan tidak mendadak.

Trik ini juga dilakukan oleh para pembalap di lintasan sirkuit.

Tangan mereka menggenggam penuh kemudi dan tidak berada di atas tuas rem.

Walaupun terlihat sederhana, tapi hal ini penting untuk dilakukan.

Meskipun sulit mengubah kebiasaan, alangkah lebih baik jika kamu mulai mencoba sob, hehe…

Berhati-hatilah jika kamu terbiasa menarik rem menggunakan 2 jari atau 4 jari ketika naik motor?

Menarik rem menggunakan 4 jari ternyata memiliki bahaya lho, bagaimana penjelasannya?

“Perlu diingat, ketika 4 jari digunakan, maka seluruh kekuatan tenaga tangan yang dimotori oleh 2 otot (bisep dan trisep) itu semuanya digunakan,” ujar Jusri Pulubuhu, pendiri dan instruktur Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC).

“Kalau menggunakan 4 jari pada saat pengereman mendadak, maka bobot tubuh akan ke depan,” tambah Jusri.

“Pada saat 4 jari dilempar ke tuas rem, maka bobot tubuh akan ditumpu oleh jempol saja, kalau terlepas bisa berbahaya,” imbuhnya.

Waduh, bahaya juga ya kalau sampai terjatuh gara-gara salah teknik mengerem.

Jusri juga menambahkan bahwa sebenarnya pengereman memerlukan akurasi, bukan power.

“Saya pernah dengar orang-orang yang mendapatkan referensi dari pengetahuan safety riding Jepang, tapi kalau di western (Amerika, Eropa, dan yang lainnya) semua tidak menggunakan 4 jari (yang digunakan adalah 2 jari red.),” ujarnya.

“Walaupun memang ada yang menggunakan 1 telunjuk, atau 1 jari tengah saja,” tambahnya.

“Intinya, pengereman tidak memerlukan power, power harus diletakkan untuk memegang setir,” imbuhnya

“Jempol dengan 2 jari (kelingking dengan jari manis) yang harusnya meremas handle bar,” tutupnya.

Sumber: motorplus.gridoto.com


Rekomendasi Lainnya :