Ilmuwan Ini Berhasil Ciptakan Tanaman Bercahaya Pengganti Lampu

50

Dalam kehidupan, inovasi jelas tak bisa dihindari. Yang lama selalu tergantikan dengan yang baru. Yang tadinya baru, nantinya juga akan jadi barang lama yang akan ditinggalkan. Dari zaman berkirim surat yang butuh berbulan-bulan untuk sampai, hingga kini tinggal menunggu tanda centang dua di aplikasi Whatsapp, kehidupan manusia memang sudah banyak berubah. Nah kali ini kami punya berita menarik tentang inovasi yang digadang-gadang bisa menjadi lampu masa depan!

Uniknya ini bukan inovasi lampu otomatis atau lampu yang dilengkapi dengan berbagai fitur canggih semacam itu guys. Sekelompok ilmuwan dari universitas ternama Massachusetts Institute of Technology (MIT), sebagaimana dilansir dari MIT News, ternyata justru mengembangkan tanaman bercahaya dengan harapan bisa berfungsi jadi alat penerangan. Jika berhasil, bukan tidak mungkin kita tak lagi memerlukan lampu atau bahkan listrik di masa depan.  News & Feature telah mengulasnya untuk kamu. yuk, disimak.


Saat ini para ilmuwan di MIT telah berhasil mengembangkan tanaman yang bisa menyala selama 4 jam tanpa listrik. Tinggal terus dikembangkan aja nih durasinya. Visi awalnya memang membuat tanaman yang bisa berfungsi seperti lampu meja, tanpa perlu dicolok ke listrik dulu biar bisa nyala

Cahaya dalam tanaman berasal dari nanopartikel yang mengandung luciferase, zat yang berfungsi memberikan cahaya pada kunang-kunang. Zat luciferase akan bereaksi pada molekul bernama luciferin, yang bisa membuat cahaya terpancar. Molekul lain yang ikut “bekerja” adalah co-enzim A, yang membantu melindungi aktivitas luciferase dari zat-zat berbahaya

Saat ini percobaan ini sudah dikembangkan pada beberapa jenis daun seperti selada air, bayam, dan kale. Kalau terus dikembangkan, ini bisa jadi tanda berakhirnya industri lampu zaman sekarang. Orang nggak lagi butuh listrik buat menyalakan cahaya

Bayangkan aja kalau di sepanjang jalanan kamu tak lagi menemukan tiang-tiang lampu berjejer, tapi diganti pohon-pohon yang memancarkan cahaya. Hmm, keren juga yak. Tapi lebih bagus sih, soalnya konsumsi energi dunia bisa berkurang. Saat ini aja 20% konsumsi energi dunia dihabiskan oleh penggunaan lampu lho.

Untuk target selanjutnya para peneliti menargetkan akan membuat semprotan nanopartikel untuk menjadikan daun pada tanaman bisa memancarkan cahaya. Mungkin nanti semprotannya bakal dijual bebas ya. Di zaman sekarang, tanaman nggak cuma berfungsi untuk hiasan atau dikonsumsi aja lho. Sebelumnya udah ada penelitian yang membuat bayam bayam bisa berfungsi sebagai sensor untuk mendeteksi bahan peledak

Penemuan-penemuan yang udah dilakukan peneliti sampai sejauh ini memang selalu menarik untuk diikuti ya. Sejauh inovasi itu mengarah ke hal yang lebih baik sih, sebagai warga biasa tugas kita cuma mendukung mereka. Misalnya kamu berprofesi sebagai penulis, ya dengan mengangkatnya sebagai berita atau artikel, bisa dibilang kamu juga membantu mengeksposnya ke publik, kan.


Rekomendasi Lainnya :