BPOM Merilis 27 Merek Ikan Kalengan Mengandung Cacing, Ikan Sarden dan Makarel Ternyata Berbeda

34

Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Kepri di Batam akhirnya mengungkapkan nama-nama produk sarden kaleng mengandung cacing. Terdiri dari 16 merek produk impor dan 11 merek produk dalam negeri. Sebelumnya, penemuan cacing parasit dalam ikan kalengan menjadi perbincangan masyarakat.Hal ini berawal dari sebuah video yang viral di media sosial.

Dilansir dari TribunMedan, dalam video tersebut, warga bernama Lili menemukan adanya cacing pita di dalam ikan sarden kalengan yang dibelinya di sebuah toko di Selatpanjang, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau.


Pada Rabu (28/3/2018), BPOM merilis 27 produk ikan makarel kaleng yang ditemukan berisi cacing mati . Beberapa di antaranya ditemukan di Jakarta dari produk kenamaan.

Berikut daftarnya :

Jenis ikan sarden dan makarel kini tentunya sedang banyak disoroti. Banyak yang mengira bahwa keduanya sama. Namun ternyata, dua ikan tersebut berbeda jenis. Dilansir dari berbagai sumber, berikut ulasannya.

1. Ikan sarden

Sarden adalah jenis ikan berminyak yang berukuran relatif kecil. Ikan berminyak adalah ikan yang dagingnya mengandung minyak.

Istilah sarden diambil dari nama pulau di Mediterania, yaitu pulau Sardinia di mana ikan sarden pernah didapat dalam jumlah besar. Ikan sarden masuk dalam kelompok famili Clupeidae. Yakni sejenis dengan ikan haring, shad, hilsa dan menhaden.

Ikan sarden kaya vitamin dan mineral. Dilansir dari Wikipedia, sarden juga kaya akan mineral fosfor, kalsium, natrium, besi, dan selenium karena sarden dapat dimakan sampai ke tulangnya.

Selain itu, sarden merupakan sumber alami asam lemak omega-3 yang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Ikan sarden juga merupakan sumber vitamin D, kalsium, dan protein yang baik. Di berbagai negara, ikan sarden diperjual belikan dalam kemasan kaleng.

Di pabrik pengalengan ikan, ikan sarden yang telah ditangkap kapal penangkap ikan dicuci di pabrik, kemudian kepalanya dibuang, dan ikan dimasak. Sarden dimasak dengan minyak panas maupun dipanaskan di dalam kaleng dengan uap panas.

Setelah itu, ikan yang telah berada di dalam kaleng direndam dalam campuran minyak yang mengandung bumbu. Sarden kaleng yang dikatakan berkualitas tidak memiliki kepala dan insang. Di berbagai tempat, isi perut ikan juga dibuang sebelum dikalengkan.

Hal ini umumnya dilakukan terhadap jenis sarden berukuran besar. Kompas.com pernah menuliskan bahwa ikan sarden boleh dikonsumsi 340 gram dalam seminggu. “Konsumsi maksimal 340 gram dalam satu minggu.

Ikan yang boleh dikonsumsi sebanyak 340 gram atau sekitar dua porsi per minggu adalah, ikan salmon, udang, ikan sarden, ikan tuna kaleng, ikan pollock, ikan anchovies, ikan trout, dan ikan herrin,”bunyi tulisan di artikel Kompas.com berjudul Jenis Ikan Laut yang Terpapar Merkuri Tinggi.

2. Ikan makarel

Makerel atau makarel adalah sebutan bagi sekelompok ikan laut yang terdiri dari beberapa marga anggota famili Scombridae.

Scombridae adalah familia ikan tuna dan bonito. Dalam peristilahan bahasa Inggris, sebutan mackerel juga mencakup kelompok ikan tenggiri dan kembung. Makerel adalah ikan pelagis, yang umumnya hidup jauh di laut lepas, meski beberapa jenisnya juga bisa didapati di perairan teluk yang tak jauh dari pantai.

Sebagian jenis ikan makarel mampu menyelam hingga kedalaman lebih dari 1.000 meter. Beberapa spesies makerel yang lebih besar, seperti makerel sirip biru (bluefin mackerel), dapat menaikkan suhu darahnya di atas suhu air dengan aktivitas ototnya.

Hal ini menyebabkan mereka dapat hidup di air yang lebih dingin dan dapat bertahan dalam kondisi yang beragam. Ikan ini cocok digunakan sebagai makanan dihidangkan dengan saus cabe atau saus tomat. Sebagaimana sarden, makerel juga sering dikalengkan. Menurut Kepala BBPOM DKI Jakarta Sukriadi, ikan makarel tidak hidup di Indonesia.

“Kan ikan makarel bukan sarden. Makarel itu kan tidak hidup di Indoesia, kemudian kalaupun ada brand Indonesia itu pasti bahan bakunya impor. Secara natural bisa jadi ada cacing yang bisa tembus sampai 2 centimeter ke dalam daging ikan,” ujarnya, dikutip dari Tribunnews.

Sumber: sumsel.tribunnews.com


Rekomendasi Lainnya :